Liverpool resmi mengakhiri masa kerja Arne Slot setelah dua musim bersama klub. Direktur olahraga Richard Hughes menyampaikan keputusan tersebut pada Sabtu pagi.
Keputusan itu mengejutkan banyak pihak. Sebelumnya, Slot masih yakin akan memimpin Liverpool pada musim depan.
Manajemen klub melakukan evaluasi menyeluruh setelah musim berakhir. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, petinggi klub memutuskan untuk melakukan perubahan.
Liverpool memang berhasil mengamankan tiket Liga Champions. Namun, tim hanya finis di posisi kelima Premier League dengan 60 poin.
Catatan tersebut menjadi hasil terburuk Liverpool dalam sepuluh tahun terakhir.
“Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Myanmar 3-0 di AFF 2026“
Slot Tetap Menyiapkan Musim Baru
Sebelum menerima kabar pemecatan, Slot tetap bekerja seperti biasa. Ia aktif menyusun program pramusim dan membahas rencana transfer pemain.
Selain itu, Slot juga terlibat dalam upaya mendatangkan Etienne Reijnen. Pelatih asal Belanda itu ingin membawa mantan asistennya di Feyenoord ke Anfield.
Reijnen bahkan sudah berpamitan dengan klub lamanya. Ia mengira proses kepindahannya ke Liverpool akan segera selesai.
Di sisi lain, Slot juga terus berdiskusi dengan para pemain. Ia membahas program latihan musim panas dan target musim berikutnya.
Karena itu, keputusan yang datang pada Sabtu pagi menjadi pukulan besar bagi dirinya.
Meski demikian, Slot tetap menunjukkan sikap profesional. Dalam surat terbuka, ia menyampaikan rasa bangga terhadap perjalanan bersama Liverpool.
Ia juga menyatakan keyakinannya terhadap masa depan klub. Menurutnya, para pemain telah membangun fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Manajemen Sempat Memberikan Dukungan Penuh
Pada sebagian besar musim, Liverpool masih memberikan dukungan kepada Slot. Ketika tim mengalami sembilan kekalahan dalam 12 pertandingan, manajemen tetap menunjukkan kepercayaan.
Kemudian, dukungan itu kembali muncul setelah Liverpool tersingkir dari FA Cup dan Liga Champions.
Petinggi klub menilai banyak faktor yang memengaruhi performa tim. Salah satu faktor terbesar adalah situasi sulit yang terjadi di luar lapangan.
Manajemen juga menghargai kepemimpinan Slot saat menghadapi berbagai tantangan sepanjang musim.
Selain itu, Liverpool harus menghadapi banyak masalah cedera. Sejumlah pemain penting tidak dapat tampil dalam waktu yang cukup lama.
Alexander Isak absen hampir empat bulan karena cedera kaki. Hugo Ekitike juga menepi akibat masalah tendon.
Sementara itu, Conor Bradley, Alisson, Jeremie Frimpong, Giovanni Leoni, dan Wataru Endo juga sempat menjalani masa pemulihan.
Performa Tim Menjadi Alasan Utama
Seiring berjalannya musim, kepercayaan manajemen mulai berkurang. Liverpool gagal menunjukkan peningkatan yang konsisten.
Masalah utama bukan berasal dari hubungan Slot dengan Mohamed Salah. Meski sempat muncul ketegangan, klub tetap mendukung cara Slot menangani situasi tersebut.
Sebaliknya, petinggi Liverpool lebih menyoroti performa tim di lapangan. Mereka menilai permainan Liverpool kehilangan identitas yang selama ini menjadi kekuatan utama.
Tim bermain lebih lambat dan kurang agresif. Selain itu, Liverpool kesulitan menemukan solusi saat menghadapi lawan yang bertahan rapat.
Situasi tersebut memicu kekecewaan sebagian suporter. Banyak pendukung menganggap permainan tim menjadi kurang menarik.
Menjelang akhir musim, kondisi semakin memburuk. Liverpool hanya meraih dua poin dari empat pertandingan terakhir.
Hasil tersebut membuat peluang finis lebih tinggi menghilang. Beberapa hasil buruk juga meningkatkan tekanan terhadap Slot.
Statistik Perkuat Kekhawatiran Klub
Data pertandingan menunjukkan penurunan performa yang cukup jelas. Liverpool kebobolan 53 gol di Premier League musim ini.
Jumlah tersebut menjadi rekor terburuk klub dalam era liga dengan 38 pertandingan.
Selain itu, Liverpool hanya mencetak 63 gol sepanjang musim liga. Tim juga menelan 20 kekalahan di semua kompetisi.
Angka tersebut menjadi catatan terburuk sejak musim 1992/1993.
Andoni Iraola Masuk Daftar Teratas
Kini fokus Liverpool beralih ke pencarian pelatih baru. Nama yang paling sering dikaitkan dengan posisi tersebut adalah Andoni Iraola.
Pelatih asal Spanyol itu menunjukkan performa impresif bersama Bournemouth. Ia membawa klub tersebut terus berkembang dalam tiga musim terakhir.
Bournemouth berhasil finis di posisi ke-12, ke-9, dan ke-6 Premier League. Klub itu bahkan berhasil lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.
Richard Hughes juga memiliki hubungan baik dengan Iraola. Ia merupakan sosok yang membawa Iraola ke Bournemouth pada 2023.
Liverpool menilai Iraola cocok dengan proyek baru klub. Manajemen menginginkan permainan yang lebih cepat, lebih agresif, dan lebih menekan lawan.
Karena itu, Iraola kini menjadi kandidat terkuat untuk memulai era baru Liverpool setelah kepergian Arne Slot.
“Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Myanmar 3-0 di AFF 2026“