Kombo Agari – Barcelona akan menghadapi Real Madrid dalam laga El Clasico pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 03.00 WIB. Blaugrana menyambut pertandingan ini dengan keunggulan enam poin di klasemen La Liga.
Jika menang, Barcelona bisa memperlebar jarak menjadi sembilan poin dari rival abadinya. Namun, pelatih Hansi Flick masih harus menyelesaikan satu masalah penting sebelum pertandingan dimulai.
Masalah tersebut terletak pada pertahanan bola mati, terutama ketika lawan mendapatkan sepak pojok. Sejumlah pertandingan terakhir menunjukkan bahwa Barcelona masih kesulitan mengantisipasi umpan silang dan duel udara.
Menurut laporan SPORT, kekalahan 2-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) kembali memperlihatkan kelemahan tersebut. Barcelona juga menghadapi masalah serupa ketika melawan Real Betis dan Galatasaray.
“Baca Juga: PSG Hajar Barcelona 4-2, Favorit Juara Liga Champions“
1. Pertahanan Bola Mati Barcelona Kembali Rapuh
Barcelona belum menunjukkan konsistensi ketika menghadapi situasi bola mati. Padahal, lawan bisa memanfaatkan sepak pojok dan tendangan bebas untuk menciptakan peluang berbahaya.
Masalah itu terlihat saat Barcelona menghadapi Real Betis. Valentin Gomez berhasil mencetak gol penyeimbang setelah memenangi duel udara melawan Xavi Espart di kotak penalti.
Situasi serupa kembali muncul ketika Barcelona melawan PSG. Lucas Hernandez berhasil menyundul bola ke gawang setelah menemukan ruang di antara para pemain bertahan Barcelona.
Selain itu, Galatasaray juga sempat menguji pertahanan Blaugrana. Victor Osimhen memenangi duel udara melawan Pau Cubarsi dalam situasi sepak pojok, tetapi wasit menganulir gol tersebut karena offside.
Rangkaian kejadian itu menunjukkan bahwa Barcelona perlu memperbaiki pengawalan dan koordinasi pertahanan. Jika tidak, lawan berikutnya bisa kembali mengeksploitasi celah tersebut.
2. Real Madrid Punya Pemain yang Berbahaya di Udara
Real Madrid memiliki pemain bertubuh tinggi yang mampu memberikan ancaman melalui bola mati. Antonio Rudiger dan Dean Huijsen menjadi dua nama yang patut mendapat perhatian Barcelona.
Keduanya memiliki tinggi badan di atas 1,90 meter. Postur tersebut memberi mereka keuntungan ketika berebut bola di udara, terutama saat menerima umpan silang dari sepak pojok atau tendangan bebas.
Karena itu, Barcelona harus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Para pemain bertahan perlu mengawasi pergerakan lawan dan mencegah mereka mendapatkan ruang untuk menyundul bola.
Selain menjaga pemain, Barcelona juga perlu memperbaiki posisi saat menghadapi bola mati. Koordinasi yang buruk dapat memberi Real Madrid kesempatan menciptakan peluang berbahaya.
3. Hansi Flick Harus Segera Membenahi Lini Belakang
Selama ini, Barcelona mengandalkan penguasaan bola, pergerakan cepat, dan kemampuan teknis untuk mengendalikan pertandingan. Namun, strategi tersebut tidak selalu mampu menutupi kelemahan mereka dalam duel udara.
Flick perlu meningkatkan disiplin pertahanan sebelum menghadapi Real Madrid. Ia juga harus memastikan setiap pemain memahami tugasnya ketika lawan mendapatkan bola mati.
Barcelona sebenarnya memiliki sejumlah pemain dengan postur tinggi. Namun, tinggi badan saja tidak cukup untuk menghentikan lawan jika para pemain kehilangan konsentrasi atau salah mengambil posisi.
Oleh sebab itu, latihan khusus untuk mengantisipasi sepak pojok dan tendangan bebas bisa menjadi bagian penting dari persiapan Barcelona.
4. El Clasico Bisa Menjadi Ujian Besar Barcelona
Keunggulan enam poin memberikan Barcelona modal penting menjelang El Clasico. Namun, Real Madrid berpeluang memperkecil jarak jika mampu memanfaatkan kelemahan pertahanan Blaugrana.
Sebaliknya, Barcelona bisa memperkuat posisi mereka di klasemen jika berhasil meraih kemenangan. Karena itu, efektivitas pertahanan bola mati dapat memainkan peran penting dalam menentukan hasil pertandingan.
Flick kini menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan permainan Barcelona. Ia harus mempertahankan keunggulan teknis tim sekaligus memperbaiki koordinasi pertahanan.
Pada akhirnya, Barcelona perlu membuktikan bahwa mereka mampu menghadapi tekanan Real Madrid. Jika lini belakang kembali lengah saat mengantisipasi bola mati, Los Blancos berpeluang memanfaatkan situasi tersebut.
“Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Lengkap“
