Kombo Agari – Aleix Espargaro kembali ke lintasan MotoGP pada akhir pekan ini. Pembalap Spanyol tersebut tampil dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika.
Comeback ini memiliki arti khusus bagi Espargaro. Ia melewati enam bulan penuh perjuangan setelah mengalami cedera punggung serius.
Espargaro mengalami patah tulang pada empat ruas tulang belakang. Ia mengalami cedera tersebut saat menjalani uji coba privat Honda di Sepang pada April lalu.
Cedera itu menjadi salah satu insiden terberat sepanjang karier Espargaro. Kondisi tersebut juga membuat rencana balapnya bersama Honda tertunda.
“Baca Juga: Jadwal Shopee Cup 2026 Hari Ini: Persib vs Port FC“
Aleix Espargaro Jalani Pemulihan Selama Enam Bulan
Espargaro kemudian menjalani operasi dan proses pemulihan yang panjang. Ia juga menjalani operasi lanjutan untuk melepas implan logam dari punggungnya.
Setelah menjalani proses tersebut, Espargaro mulai kembali mengendarai motor. Ia mengikuti sesi uji coba pada bulan lalu.
Kini, Espargaro mendapat kesempatan kembali tampil dalam balapan MotoGP. Ia membawa tugas bersama Honda Racing Corporation atau HRC di Mandalika.
Pembalap berusia 37 tahun itu mengaku sangat bersyukur. Ia bahkan sempat meragukan kemampuannya untuk kembali mengendarai motor.
“Saya merasa sangat beruntung bisa kembali ke sini. Perjuangan saya jauh lebih berat daripada yang terlihat dari luar,” ujar Espargaro.
Ia juga mengakui kondisi tubuhnya belum sepenuhnya pulih. Punggungnya masih terasa sakit ketika menjalani aktivitas hingga penghujung hari.
“Enam bulan terakhir terasa sangat berat bagi saya. Namun, saya harus menghadapi kondisi ini sepanjang hidup,” katanya.
Mandalika Bisa Menjadi Balapan Terakhir Espargaro
Kesempatan Espargaro di Mandalika terasa semakin spesial. Pasalnya, balapan tersebut berpotensi menjadi penampilan terakhirnya di kelas MotoGP.
Espargaro sebelumnya sudah memutuskan meninggalkan dunia balap. Ia mengambil keputusan tersebut dua tahun lalu karena kehilangan energi untuk terus bersaing.
Namun, kondisi berubah setelah cedera serius menghentikan aktivitasnya. Espargaro justru kembali merasakan kerinduan terhadap dunia balap.
“Dua tahun lalu, saya memutuskan untuk mundur dan berhenti membalap. Pikiran saya mengambil keputusan tersebut,” ujar Espargaro.
“Saya tidak memiliki kekuatan maupun energi untuk terus melakukannya. Saya juga tidak menyangka akan merasakan kembali perasaan ini,” lanjutnya.
Kini, Espargaro kembali mendapat kesempatan untuk merasakan persaingan MotoGP. Karena itu, ia ingin menikmati setiap momen bersama HRC.
HRC Membuka Jalan Comeback Espargaro
Espargaro mendapat kesempatan setelah HRC membutuhkan pembalap pengganti. Joan Mir masih menjalani pemulihan dari kondisi kesehatan yang belum terungkap.
Selain itu, Takaaki Nakagami mengalami cedera setelah balapan di Motegi. Sementara itu, Somkiat Chantra kembali menjalankan tugasnya di WorldSBK.
Situasi tersebut akhirnya membuka peluang bagi Espargaro. Ia pun kembali mengisi posisi pembalap HRC di Mandalika.
Kesempatan ini juga memiliki nilai penting untuk masa depan. MotoGP akan melarang wildcard mulai musim 2027.
Aturan tersebut akan membatasi peluang pembalap seperti Espargaro. Karena itu, penampilan di Mandalika bisa menjadi kesempatan langka baginya.
“Saya sangat bahagia karena hidup memberi saya kesempatan lagi untuk berada di sini,” kata Espargaro.
Ia juga menyebut HRC sebagai tim terbaik di dunia. Karena itu, Espargaro merasa bangga bisa kembali menjadi bagian dari tim tersebut.
“Saya benar-benar merindukan balapan. Saya berkali-kali meragukan kemampuan saya untuk kembali mengendarai motor,” tegasnya.
Kini, Espargaro akan menjalani comeback emosional di Mandalika. Setelah enam bulan penuh perjuangan, ia kembali mengejar adrenalin MotoGP.
Sumber: Crash
“Baca Juga: MU vs Tottenham: Kondisi Terbaru Benjamin Sesko“
