Kombo Agari – Thomas Tuchel memastikan Jude Bellingham dan Phil Foden akan menjadi kunci utama dalam permainan Inggris. Kedua pemain muda ini kembali ke skuad nasional setelah absen dalam dua pemanggilan terakhir.
Tuchel menilai performa luar biasa Bellingham di Real Madrid dan Foden di Manchester City menjadi alasan kuat untuk memanggil mereka. Ia percaya keduanya membawa energi baru dan pengaruh besar bagi tim. “Kami senang mereka kembali. Nama besar, kepribadian besar, dan talenta besar,” ujar Tuchel dalam konferensi pers.
Selain mereka, Tuchel juga memanggil pemain muda Bournemouth, Alex Scott, untuk pertama kalinya. Namun, Ollie Watkins dan Ruben Loftus-Cheek tidak masuk dalam daftar skuad kali ini.
“Baca Juga: Newcastle Bekuk Athletic Bilbao 2-0 Lewat Dua Sundulan Tajam“
Tuchel Puji Konsistensi dan Karakter Pemain Muda
Tuchel menilai Bellingham dan Foden menunjukkan konsistensi tinggi di klub masing-masing. Ia menyebut keduanya selalu tampil reguler dan berperan penting. “Mereka bermain dengan intensitas tinggi dan memengaruhi hasil pertandingan,” kata pelatih asal Jerman itu.
Menurutnya, kembalinya dua pemain ini memberikan keseimbangan pada gaya permainan Inggris. Tuchel menekankan pentingnya karakter kuat dalam menghadapi tekanan di laga internasional. “Mereka punya keberanian dan rasa tanggung jawab besar di usia muda,” tambahnya.
Peran Taktis Bellingham dan Foden di Tim Nasional
Tuchel menjelaskan peran taktis keduanya akan menyesuaikan kekuatan alami mereka. Bellingham akan kembali menempati posisi favoritnya sebagai gelandang serang nomor 10. “Itu posisi terbaiknya. Ia bisa mencetak gol dari sana,” jelas Tuchel.
Sementara itu, Foden akan bermain lebih ke tengah, bukan di sisi sayap. “Phil akan lebih dekat ke kotak penalti lawan. Ia bukan murni pemain sayap. Ia bisa berperan sebagai 9 setengah atau 10 setengah,” ungkapnya.
Pendekatan ini menunjukkan niat Tuchel untuk membangun formasi fleksibel yang memaksimalkan kemampuan teknis pemain kunci. Ia ingin permainan Inggris lebih kreatif dan memiliki variasi serangan yang lebih besar dari lini tengah.
Fokus Tuchel Menuju Piala Dunia 2026
Meski Inggris sudah memastikan tempat di Piala Dunia 2026, Tuchel menegaskan laga melawan Serbia dan Albania tetap penting. Ia ingin menata keseimbangan tim dan memperkuat struktur skuad.
“Pertandingan ini tetap berarti. Kami ingin melihat kombinasi terbaik dan memantapkan arah permainan,” katanya. Pelatih berusia 52 tahun itu berupaya menyiapkan tim yang solid untuk tampil di turnamen besar di Amerika Utara.
Inggris selalu mencapai semifinal di dua edisi terakhir Piala Dunia dan dua final Euro. Tuchel ingin melanjutkan tren positif itu dengan gaya permainan baru yang lebih cepat dan modern.
Optimisme Tuchel untuk Generasi Emas Inggris
Dengan kembalinya Bellingham dan Foden, Tuchel yakin Inggris bisa tampil lebih tajam. Ia percaya dua pemain muda ini akan menjadi pemimpin di lapangan. “Mereka siap membawa Inggris ke level yang lebih tinggi,” tegasnya.
Tuchel kini menatap masa depan dengan optimisme besar. Ia yakin kombinasi pengalaman dan bakat muda akan membawa Inggris semakin dekat dengan gelar juara dunia.
“Baca Juga: Lamine Yamal Diminta Fokus, Mendes Ingatkan Publik Lebih Bijak“














