Kombo Agari – Laga Real Madrid vs AS Monaco menghadirkan cerita kuat tentang Kylian Mbappe.
Pertandingan matchday 7 fase liga Liga Champions 2025-2026 berlangsung di Santiago Bernabeu.
Kick-off dijadwalkan Rabu, 21 Januari 2026, pukul 03.00 WIB.
Madrid mengoleksi 12 poin dari enam laga.
Monaco berada di papan tengah dengan sembilan poin.
Karena itu, laga ini menentukan arah persaingan menuju fase gugur.
Namun, publik juga menyorot duel emosional Mbappe melawan klub yang membesarkan namanya.
“Baca Juga: Mbappe Bela Vinicius dan Bellingham dari Cemoohan Fans“
Mbappe Menjadi Sorotan Utama Sejak Awal
Mbappe memulai karier profesionalnya bersama Monaco pada 2015 hingga 2017.
Ia mencetak 27 gol dari 60 pertandingan selama periode tersebut.
Catatan itu membentuk reputasinya sebagai penyerang muda elite Eropa.
Setelah pindah ke PSG, Mbappe sering menghadapi Monaco di kompetisi domestik.
Ia mencetak 11 gol dari 14 pertandingan melawan mantan klubnya.
Statistik itu menunjukkan konsistensi ancaman Mbappe setiap bertemu Monaco.
Pada Liga Champions 2016-2017, Mbappe juga bersinar bersama Monaco.
Ia mencetak enam gol dari sembilan penampilan.
Sejak saat itu, namanya melekat sebagai penyerang panggung besar.
Musim ini, Mbappe memimpin daftar top skor Liga Champions dengan sembilan gol.
Jumlah tersebut menjadi rekor tertingginya dalam satu musim kompetisi Eropa.
Kondisi Terbaru Real Madrid Jelang Laga
Real Madrid memasuki laga ini dengan perubahan penting di bangku pelatih.
Manajemen klub mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso pada 12 Januari.
Madrid kemudian menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru.
Perubahan tersebut menuntut adaptasi cepat di ruang ganti.
Namun, performa kandang Madrid tetap stabil.
Los Blancos hanya kalah sekali dari 18 laga kandang melawan tim Prancis di Eropa.
Selain itu, Madrid hanya menelan dua kekalahan dari 15 laga kandang fase liga.
Data tersebut memberi kepercayaan diri jelang laga penting ini.
Monaco Datang dengan Modal Konsistensi
Monaco tiba di Madrid dengan performa positif.
Kemenangan 1-0 atas Galatasaray pada matchday 6 memperpanjang rekor tak terkalahkan.
Mereka mencatat lima laga beruntun tanpa kekalahan di Liga Champions.
Lini belakang Monaco juga menunjukkan stabilitas tinggi.
Tim ini mencatat tiga clean sheet dari empat laga terakhir.
Konsistensi tersebut menjadi kunci untuk meredam tekanan tuan rumah.
Namun, Monaco memiliki catatan tandang kurang meyakinkan di Spanyol.
Dari 12 kunjungan, mereka hanya meraih dua kemenangan.
Duel Lini Depan dan Catatan Pemain Prancis
Monaco mengandalkan Folarin Balogun di lini depan.
Ia mencetak gol dalam tiga laga fase liga terakhir secara beruntun.
Performa itu memberi ancaman nyata bagi pertahanan Madrid.
Di sisi lain, Eduardo Camavinga membawa potensi catatan pribadi.
Ia berpeluang menjadi pemain Prancis termuda kedua dengan 50 laga Liga Champions.
Pada akhirnya, duel ini tetap mengarah pada Mbappe.
Status mantan pemain dan statistik gol membuat ancamannya sangat nyata.
Karena itu, Monaco harus menyiapkan fokus ekstra sepanjang laga.
“Baca Juga: Inter vs Arsenal: Ujian Berat Nerazzurri di Liga Champions“














