Kombo Agari –Jorge Martin membawa pengalaman penting dalam persaingan gelar MotoGP 2026. Ia pernah merasakan kemenangan sekaligus kekalahan dalam perebutan titel.
Pengalaman tersebut kini membantu Martin menghadapi tekanan persaingan musim ini. Ia juga memimpin klasemen dengan keunggulan 12 poin atas Marc Marquez.
Sementara itu, Marco Bezzecchi tertinggal 42 poin dari Martin. Karena itu, persaingan menuju gelar masih menghadirkan tantangan bagi seluruh pembalap utama.
“Baca Juga: Timnas Voli Putra Indonesia Bidik Medali di Asian Games“
Martin Pernah Kehilangan Gelar pada 2023
Martin kehilangan gelar juara dunia dari Francesco Bagnaia pada musim 2023. Namun, ia mampu bangkit pada musim berikutnya.
Bersama Pramac Ducati, Martin akhirnya mengalahkan Bagnaia dalam perebutan gelar MotoGP 2024.
Pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bagi Martin. Ia memahami tekanan setelah gagal meraih gelar pada persaingan yang sangat ketat.
Selain itu, Martin juga memahami cara menjaga konsistensi ketika menghadapi musim panjang. Pengalaman itu kini menjadi salah satu modalnya pada MotoGP 2026.
Massimo Rivola Melihat Dua Keuntungan Martin
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menilai Martin memiliki dua keuntungan dibandingkan Bezzecchi.
Menurut Rivola, Martin pernah memenangkan gelar dunia. Selain itu, Martin juga pernah merasakan kekalahan dalam perebutan titel.
“Jorge memiliki dua keuntungan besar dibandingkan Marco,” kata Rivola kepada Sky Italia.
Rivola menilai pengalaman tersebut memberikan referensi nyata bagi Martin. Pembalap tidak dapat memperoleh pengalaman tersebut hanya melalui teori.
“Pernah kalah dalam perebutan gelar, kemudian memenangkannya, memberikan pelajaran dari pengalaman,” ujar Rivola.
Karena itu, Martin memiliki gambaran mengenai tekanan yang muncul selama perebutan gelar.
Bezzecchi Masih Harus Membangun Pengalaman
Marco Bezzecchi kini berada dalam posisi mengejar Martin. Ia tertinggal 42 poin dalam klasemen sementara MotoGP 2026.
Namun, Bezzecchi masih memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Ia hanya perlu menjaga konsistensi dalam setiap balapan berikutnya.
Rivola menilai Bezzecchi dapat memperoleh pengalaman serupa sepanjang kariernya. Namun, pembalap tersebut harus menjalani sendiri proses tersebut.
Dengan demikian, pengalaman Martin menjadi salah satu perbedaan dalam persaingan keduanya.
Marc Marquez Memiliki Pengalaman Lebih Panjang
Meski Rivola menilai Martin unggul atas Bezzecchi, ia tetap melihat Marc Marquez dalam posisi berbeda.
Marquez memiliki pengalaman jauh lebih panjang dalam perebutan gelar kelas utama. Pembalap asal Spanyol itu juga telah tujuh kali meraih gelar dunia.
Karena itu, pengalaman Martin belum menyamai jam terbang Marquez dalam persaingan perebutan titel.
Persaingan MotoGP 2026 akhirnya menghadirkan tiga pembalap dengan pengalaman berbeda. Martin membawa pengalaman menang dan kalah, sedangkan Bezzecchi terus membangun pengalamannya.
Sementara itu, Marquez memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi tekanan perebutan gelar. Kondisi tersebut membuat persaingan musim 2026 semakin menarik untuk diikuti.
“Baca Juga: Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, Finishing Jadi Sorotan“
