Kombo Agari – Timnas Maroko menunjukkan perubahan besar pada Piala Dunia 2026. Atlas Lions kini mengusung gaya bermain yang lebih berani di bawah pelatih baru, Mohamed Ouahbi.
Pelatih tersebut mulai menangani Maroko sekitar tiga bulan sebelum turnamen berlangsung. Meski memiliki waktu persiapan yang singkat, ia langsung memberikan identitas baru kepada tim.
Perubahan itu terlihat saat Maroko bermain imbang 1-1 melawan Brasil. Pada laga tersebut, Maroko tidak hanya bertahan, tetapi juga menguasai bola dan membangun serangan dengan percaya diri.
“Baca Juga: regor Kobel Jadi Pahlawan Swiss di Piala Dunia 2026“
Mohamed Ouahbi Terapkan Filosofi Menyerang
Mohamed Ouahbi menegaskan bahwa timnya tidak akan mengubah gaya bermain saat menghadapi lawan besar.
Ia ingin Maroko tetap memainkan sepak bola sesuai filosofi yang telah dibangun.
Menurut Ouahbi, para pemain Maroko memiliki kemampuan teknik yang sangat baik. Karena itu, tim harus berani menguasai permainan sejak awal pertandingan.
Pendekatan tersebut membuat Maroko lebih aktif membangun serangan. Selain itu, para pemain juga mampu menjaga keseimbangan ketika kehilangan bola.
Maroko Tinggalkan Gaya Bermain Lama
Pada Piala Dunia 2022, Maroko mencuri perhatian berkat pertahanan yang disiplin dan serangan balik cepat.
Kini, tim tersebut mengembangkan pendekatan yang berbeda.
Maroko lebih sering menguasai bola dan mengendalikan tempo permainan.
Meski begitu, para pemain tetap mampu bertahan dengan baik ketika situasi pertandingan menuntut hal tersebut.
Perubahan ini membuat permainan Maroko terlihat lebih lengkap dibandingkan beberapa tahun lalu.
Generasi Muda Perkuat Kekuatan Tim
Mohamed Ouahbi juga memberi kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang.
Salah satu nama yang mencuri perhatian ialah Ayyoub Bouaddi.
Gelandang berusia 18 tahun itu tampil tenang saat menjalani debut bersama tim senior.
Ia mampu menghubungkan lini belakang dan lini depan dengan baik.
Selain Bouaddi, Maroko juga memiliki sejumlah pemain berkualitas.
Brahim Diaz, Ismael Saibari, Nayef Aguerd, dan Chadi Riad memberikan variasi permainan di setiap lini.
Kehadiran mereka membuat skuad Maroko semakin kompetitif.
Kemenangan atas Kanada Perlihatkan Perkembangan
Maroko memperlihatkan efektivitas strategi baru ketika mengalahkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar.
Tim mampu menguasai pertandingan sekaligus memanfaatkan setiap peluang dengan baik.
Namun, ketika lawan mulai menekan, para pemain tetap mampu menjaga organisasi permainan.
Keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi salah satu kekuatan utama Maroko saat ini.
Maroko tampil dominan: Prancis Menjadi Ujian Berikutnya
Maroko akan menghadapi Prancis pada babak berikutnya.
Pertandingan tersebut menjadi ujian terbesar bagi Atlas Lions di Piala Dunia 2026.
Kiper Yassine Bounou menegaskan bahwa semangat juang tim tetap sama seperti saat mereka mencetak sejarah pada Piala Dunia 2022.
Ia percaya seluruh pemain masih memiliki mental bertanding yang kuat.
Kini, Maroko membawa kombinasi antara filosofi baru, pemain muda berbakat, dan pengalaman para pemain senior.
Jika mampu mempertahankan performa tersebut, Atlas Lions berpeluang kembali menciptakan kejutan di panggung dunia.
“Baca Juga: Prediksi Norwegia vs Inggris: Duel Sengit Menuju Semifinal“
