Kombo Agari – Alvaro Arbeloa akan menjalani momen spesial akhir pekan ini. Untuk pertama kalinya, ia datang ke Barcelona sebagai pelatih kepala Real Madrid.
Namun, hubungan Arbeloa dengan Barcelona sudah lama penuh ketegangan. Rivalitas tersebut bahkan berlangsung sejak era panas El Clasico lebih dari satu dekade lalu.
Kini, sorotan kembali tertuju kepadanya menjelang laga besar di Camp Nou.
“Baca Juga: Link Live Streaming Everton vs Man City di Vidio“
Arbeloa Sudah Lama Berseteru dengan Barcelona
Nama Arbeloa melekat dengan era penuh tensi saat Jose Mourinho melatih Real Madrid. Saat itu, pertandingan El Clasico sering berlangsung panas.
Arbeloa dikenal memiliki gaya bermain keras dan agresif. Karena itu, ia beberapa kali terlibat benturan dengan pemain Barcelona.
Salah satu momen paling terkenal terjadi pada final Supercopa de Espana 2017. Saat itu, Cristiano Ronaldo menerima kartu merah karena dianggap melakukan diving.
Arbeloa langsung meluapkan kemarahannya melalui media sosial. Ia menilai keputusan wasit merugikan Madrid.
Selain itu, ia juga menyindir Barcelona setelah Madrid menang 3-1. Sindiran tersebut memperkuat citranya sebagai sosok yang vokal terhadap rival abadinya.
Era Mourinho Memperbesar Ketegangan El Clasico
Ketegangan antara Madrid dan Barcelona mencapai puncak pada periode 2010 hingga 2013. Hampir setiap El Clasico menghadirkan konflik di lapangan.
Arbeloa menjadi salah satu pemain paling loyal kepada Mourinho. Ia sering terlibat duel keras dengan pemain Barcelona.
Menurut Arbeloa, rivalitas semakin panas setelah Barcelona menang 5-0 atas Madrid pada 2010. Selebrasi lima jari dari Gerard Pique membuat skuad Madrid semakin termotivasi.
Madrid kemudian membalas dengan memenangkan final Copa del Rey 2011. Namun, laga tersebut juga memunculkan kontroversi baru.
Dalam pertandingan itu, Arbeloa terlihat menginjak David Villa. Meski begitu, ia kemudian menanggapi insiden tersebut dengan candaan.
Arbeloa dan Pique Saling Sindir Bertahun-tahun
Perseteruan Arbeloa dengan Gerard Pique terus berlanjut di luar lapangan. Keduanya beberapa kali saling melontarkan komentar tajam.
Pada 2015, Barcelona mengejek Madrid setelah klub terkena sanksi di Copa del Rey. Arbeloa kemudian membalas sindiran tersebut secara terbuka.
Pique lalu merespons dengan komentar yang lebih tajam. Sejak saat itu, hubungan keduanya semakin memanas.
Selain itu, Arbeloa juga beberapa kali menyinggung keputusan wasit yang dianggap menguntungkan Barcelona.
Arbeloa Tetap Membawa Sikap Lama sebagai Pelatih
Setelah pensiun, Arbeloa tetap aktif membela Madrid di ruang publik. Ia terus mengkritik sistem perwasitan di Spanyol.
Selain itu, ia juga menyinggung kasus Negreira yang melibatkan Barcelona dan mantan pejabat wasit Spanyol.
Kini, setelah dipercaya melatih Madrid sejak Januari, Arbeloa membawa semangat yang sama ke pinggir lapangan.
El Clasico Bisa Jadi Momen Penentuan
Laga kali ini memiliki tekanan besar bagi Arbeloa. Barcelona berpeluang mengunci gelar La Liga jika terhindar dari kekalahan.
Di sisi lain, masa depan Arbeloa juga belum sepenuhnya aman. Beberapa laporan menyebut Florentino Perez mempertimbangkan perubahan pelatih musim depan.
Karena itu, El Clasico kali ini terasa semakin emosional. Arbeloa berpeluang menjalani laga terbesar dalam karier kepelatihannya sejauh ini.
“Baca Juga: UEFA Majukan Final PSG vs Arsenal, Asia Diuntungkan“

