Kombo Agari – Oxford United resmi turun ke EFL League One pada musim 2026/2027. Klub milik Erick Thohir gagal bertahan di EFL Championship setelah musim yang berat.
Sepanjang musim 2025/2026, Oxford United kesulitan menjaga performa. Tim itu juga gagal keluar dari zona merah hingga akhir kompetisi.
Karena itu, Oxford harus menerima kenyataan pahit. Mereka kembali bermain di kasta ketiga sepak bola Inggris musim depan.
“Baca Juga: MU vs Brentford: Dua Bek Siap Comeback di Old Trafford“
Kemenangan Terakhir Tidak Menolong
Oxford United sebenarnya meraih kemenangan penting pada pekan ke-45. Mereka mengalahkan Sheffield Wednesday dengan skor 4-1 di Kassam Stadium.
Namun, hasil itu tidak mengubah keadaan. Oxford tetap berada di posisi tiga terbawah klasemen.
Tim yang diperkuat Ole Romeny mengoleksi 47 poin. Mereka tertinggal empat angka dari West Bromwich Albion.
Selain itu, kompetisi hanya menyisakan satu laga. Karena itu, hasil melawan Millwall tidak lagi menentukan nasib mereka.
BBC Nilai Oxford Kehabisan Tenaga
Jurnalis BBC Radio Oxford, Jerome Sale, menilai Oxford United kehabisan tenaga pada fase akhir musim.
Menurut dia, tekanan besar sudah muncul sejak klub promosi ke Championship dua tahun lalu. Oxford terus menjalani laga penting hampir setiap pekan.
Akibatnya, tim kehilangan ritme saat musim memasuki masa krusial.
Tur Pramusim di Indonesia Jadi Sorotan
Jerome Sale juga menyoroti tur pramusim Oxford United di Indonesia. Klub itu mengikuti Piala Presiden 2025 pada Juli tahun lalu.
Oxford datang dengan skuad terbaik. Mereka juga membawa Ole Romeny sebagai penyerang utama.
Oxford berhasil finis sebagai runner-up. Namun, tim kehilangan Ole Romeny karena cedera serius. Sang striker harus menjalani operasi.
Kondisi itu kemudian memengaruhi kekuatan tim sepanjang musim. Selain itu, aktivitas transfer musim panas juga berjalan lambat.
Karena itu, Oxford memulai musim dengan buruk dan sulit bangkit.
Ganti Pelatih, Hasil Tetap Buruk
Oxford United langsung kalah tiga kali pada awal musim. Mereka takluk dari Portsmouth, Hull City, dan Birmingham City.
Setelah itu, tim terus berkutat di papan bawah. Manajemen lalu memecat Gary Rowett.
Pada Januari 2026, klub menunjuk Matt Bloomfield sebagai pelatih baru. Namun, perubahan itu belum memberi hasil besar.
Stadion Baru dan Masa Depan Klub
Jerome Sale juga menyinggung proyek stadion baru Oxford United. Meski begitu, ia tidak menyebut proyek itu sebagai penyebab utama.
Menurut dia, Oxford masih memiliki modal cukup baik. Klub juga tidak memiliki anggaran terburuk di Championship.
Kini Oxford harus menentukan arah baru. Mereka bisa kembali memakai model lama saat bersaing di League One.
Tantangan Baru Menanti
Musim depan, Oxford United akan menghadapi persaingan berat di League One. Mereka berpotensi bertemu Leicester City, Luton Town, Reading, dan Wigan Athletic.
Karena itu, Oxford harus segera bangkit. Klub perlu membangun tim yang lebih kuat agar bisa kembali ke Championship.
