Kombo Agari – Klub Chelsea resmi memecat Liam Rosenior setelah performa buruk. Keputusan ini muncul setelah lima kekalahan beruntun di Premier League.
Manajemen menunjuk Rosenior pada awal 2026. Ia menggantikan Enzo Maresca yang lebih dulu meninggalkan klub. Namun, hasil cepat tidak datang.
Tim gagal bangkit dalam beberapa pekan terakhir. Oleh karena itu, manajemen langsung mengambil keputusan tegas.
“Baca Juga: Burnley Degradasi Usai Kalah dari Manchester City“
Kontrak Panjang Jadi Beban Awal
Chelsea memberi Rosenior kontrak jangka panjang selama 6,5 tahun. Artinya, kontrak itu masih tersisa sekitar enam tahun di Stamford Bridge.
Rosenior menerima gaji sekitar 4 juta pounds per tahun. Jika tanpa klausul, klub harus membayar sekitar 24 juta pounds.
Nilai tersebut berasal dari sisa kontrak yang belum berjalan. Situasi ini sempat membuat keputusan pemecatan terasa mahal.
Klausul Khusus Selamatkan Keuangan Klub
Namun, laporan dari talkSPORT mengungkap fakta penting. Chelsea menyisipkan klausul khusus dalam kontrak Rosenior.
Klausul tersebut mengatur pesangon pemecatan lebih ringan. Klub tidak perlu membayar seluruh sisa kontrak.
Sebaliknya, Chelsea hanya wajib membayar satu tahun gaji. Nilainya mencapai sekitar 4 juta pounds.
Dengan aturan ini, klub menghemat hampir 20 juta pounds. Oleh sebab itu, keputusan pemecatan menjadi lebih realistis.
Chelsea Mulai Cari Pelatih Baru
Setelah pemecatan, Chelsea langsung bergerak mencari pengganti. Manajemen ingin pelatih baru mulai bekerja pada musim panas.
Beberapa nama masuk dalam radar klub. Mereka mempertimbangkan Andoni Iraola sebagai kandidat utama.
Selain itu, Cesc Fabregas juga masuk daftar. Ia memiliki pengalaman sebagai pemain dan pelatih muda.
Kemudian, Ruben Amorim menjadi opsi lain. Ia dikenal dengan gaya permainan agresif dan modern.
Manajemen akan segera menentukan pilihan. Mereka ingin stabilitas tim kembali secepat mungkin.
Chelsea Pecat Rosenior: Posisi Chelsea di Klasemen Sementara
Chelsea saat ini berada di papan tengah klasemen. Tim menempati posisi ketujuh dengan 48 poin.
Sementara itu, Manchester City dan Arsenal bersaing di puncak dengan 70 poin.
Situasi ini menunjukkan jarak besar antara Chelsea dan kandidat juara. Oleh karena itu, perubahan pelatih menjadi langkah penting.
Manajemen berharap keputusan ini membawa dampak cepat. Mereka menargetkan peningkatan performa pada musim berikutnya.

