Kombo Agari – Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menilai rencana pembalap cadangan permanen sulit diterapkan. Ia merespons gagasan yang datang dari Liberty Media dan pihak MotoGP.
Saat ini, setiap pabrikan MotoGP memang memiliki test rider. Mereka fokus membantu pengembangan motor sepanjang musim. Namun, mereka tidak selalu siap menggantikan pembalap utama.
Selain itu, jadwal uji coba sering berbenturan dengan jadwal balapan. Karena itu, tim tidak bisa memanggil mereka secara mendadak.
“Baca Juga: Sporting vs Arsenal: Gyokeres Kembali ke Lisbon“
Liberty Media Dorong Sistem Seperti Formula 1
Liberty Media mulai membahas ide ini bersama MSMA. Mereka ingin setiap pabrikan memiliki satu atau dua pembalap cadangan tetap.
Autosport melaporkan pembahasan tersebut pada Senin, 6 April 2026. Liberty ingin MotoGP meniru kebiasaan tim Formula 1.
Di Formula 1, tim biasanya memiliki pembalap cadangan yang selalu siap. Meski begitu, aturan ini tidak selalu tertulis secara ketat.
Tardozzi mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut. Ia menyebut MotoGP sudah menyampaikan keinginan itu kepada para pabrikan.
Tardozzi Nilai Ide Ini Sulit Direalisasikan
Namun, Tardozzi meragukan rencana tersebut bisa berjalan. Ia menilai kualitas pembalap menjadi hambatan utama.
Menurutnya, sangat sulit menemukan pembalap cadangan dengan level setara pembalap utama. MotoGP memiliki standar performa yang sangat tinggi.
Selain itu, ia menyoroti jumlah pembalap yang benar-benar siap bersaing. Ia mempertanyakan ketersediaan pembalap di luar grid utama.
Ia juga menilai tim memiliki prioritas lain yang lebih penting. Karena itu, ia tidak melihat rencana ini sebagai kebutuhan mendesak.
Faktor Biaya Jadi Pertimbangan Penting
Tardozzi juga menyinggung aspek finansial. Ia menilai sistem ini akan menambah beban biaya bagi pabrikan.
Tim harus membayar pembalap tambahan sepanjang musim. Mereka juga harus menyiapkan logistik dan dukungan teknis.
Selain itu, tim perlu memastikan pembalap cadangan tetap kompetitif. Hal ini tentu membutuhkan investasi yang tidak sedikit.
Persaingan MotoGP Jadi Tantangan Utama
MotoGP dikenal memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Setiap pembalap harus berada dalam kondisi terbaik.
Karena itu, pembalap cadangan tidak cukup hanya siap secara fisik. Mereka juga harus memiliki pengalaman dan adaptasi cepat.
Tardozzi menegaskan bahwa tidak banyak pembalap yang memenuhi standar tersebut. Ia melihat hal ini sebagai kendala utama.
Kesimpulan: Ide Menarik, Tapi Belum Mendesak
Secara keseluruhan, Tardozzi mengakui ide ini menarik. Namun, ia menilai penerapannya masih jauh dari realistis.
MotoGP memiliki struktur berbeda dibanding Formula 1. Oleh karena itu, solusi yang sama belum tentu cocok.
Untuk saat ini, tim lebih fokus pada pengembangan motor dan performa pembalap utama. Rencana pembalap cadangan permanen masih menjadi wacana jangka panjang.
“Baca Juga: Aaron Ramsey Resmi Pensiun dari Sepak Bola Profesional“

