Kombo Agari – Persaingan menuju pemilihan presiden FC Barcelona memasuki fase paling panas pekan ini. Situasi politik klub memanas setelah Xavi Hernandez melontarkan pernyataan kontroversial.
Xavi menyebut keputusan Joan Laporta terkait rencana pemulangan Lionel Messi pada musim panas 2023. Komentar itu langsung memicu perdebatan di kalangan anggota klub.
Selain itu, pernyataan tersebut muncul hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden Barcelona. Karena itu, isu ini segera menjadi sorotan utama di lingkungan klub.
Sementara itu, hubungan antara dua tokoh penting Barcelona semakin terlihat tegang. Banyak pihak menilai polemik ini dapat memengaruhi dinamika pemilihan presiden akhir pekan ini.
“Baca Juga: George Russell Raih Pole Sprint F1 GP China 2026“
Tuduhan Xavi terhadap Laporta
Pertama, Xavi mengungkapkan bahwa Laporta sempat menolak rencana memulangkan Messi ke Camp Nou pada 2023. Menurut Xavi, klub sebenarnya mempertimbangkan peluang reuni dengan mantan kapten tersebut.
Namun, Xavi menilai keputusan Laporta membuat rencana itu tidak berjalan. Karena itu, ia menyampaikan kritik secara terbuka menjelang pemilihan presiden klub.
Selain itu, Xavi juga mengungkapkan kekecewaan terhadap cara Laporta mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih. Ia merasa tidak mendapat dukungan penuh dari manajemen klub.
Situasi itu semakin terasa rumit setelah Barcelona memecat Xavi sekitar satu tahun kemudian. Padahal sebelumnya, Laporta meminta Xavi tetap bertahan hingga akhir musim 2023-2024.
Karena itu, banyak pengamat melihat adanya ketegangan yang belum selesai antara kedua tokoh tersebut. Hubungan profesional mereka kini terlihat jauh lebih dingin.
Laporta Bantah Halangi Kepulangan Messi
Namun, Laporta segera memberikan tanggapan terhadap tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghalangi kepulangan Messi ke Barcelona.
Menurut Laporta, aturan dari La Liga menjadi penghalang utama rencana tersebut. Liga tidak memberi izin karena kondisi keuangan klub.
Karena itu, Laporta menolak anggapan bahwa keputusan pribadinya menggagalkan transfer Messi. Ia menilai situasi tersebut murni terjadi karena aturan liga.
Selain itu, Laporta juga menyinggung perasaan pribadi Xavi. Ia menilai mantan pelatih Barcelona itu masih menyimpan kekecewaan terhadap dirinya.
Dengan demikian, Laporta mencoba menjelaskan situasi sebenarnya kepada para anggota klub. Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meredakan polemik menjelang pemilihan presiden.
Respons Singkat Xavi di Media Sosial
Tak lama setelah pernyataan Laporta muncul, Xavi memberikan respons melalui media sosial. Pesan tersebut terlihat singkat, namun memiliki makna yang kuat.
Xavi menulis pesan yang menegaskan keyakinannya terhadap kebenaran. Selain itu, ia juga menegaskan kecintaannya terhadap Barcelona.
“Kebenaran selalu ada di depan saya. Barcelona selalu ada di hati kami. Hidup Barca.”
Banyak pengamat menilai pesan tersebut sebagai tanggapan tidak langsung terhadap bantahan Laporta. Karena itu, diskusi publik mengenai konflik ini terus berkembang.
Dampak Polemik terhadap Pemilihan Presiden Barcelona
Polemik antara Xavi dan Laporta muncul pada waktu yang sangat sensitif. Pemilihan presiden Barcelona akan berlangsung dalam beberapa hari.
Karena itu, komentar Xavi berpotensi memengaruhi pandangan anggota klub. Anggota Barcelona memiliki hak suara dalam menentukan presiden berikutnya.
Selain itu, banyak anggota klub masih menghormati Xavi sebagai legenda Barcelona. Pandangannya dapat memengaruhi opini sebagian pemilih.
Saat ini, Laporta masih dianggap sebagai kandidat terkuat dalam pemilihan tersebut. Jika menang, ia akan memulai masa jabatan keempat sebagai presiden klub.
Namun, situasi ini juga memberi peluang bagi kandidat lain. Salah satu pesaing utama Laporta ialah Victor Font.
Menariknya, Xavi diketahui mendukung Victor Font dalam persaingan tersebut. Karena itu, pernyataan Xavi dapat memberi dampak besar terhadap dinamika politik di Barcelona.
“Baca Juga: Prediksi Arsenal vs Everton: Laga Sulit di Emirates“
