Kombo Agari – Tottenham Hotspur Pecat Frank: akhirnya mengakhiri kerja sama dengan Thomas Frank setelah hasil buruk di liga. Keputusan itu muncul usai kekalahan 2-1 dari Newcastle United.
Kekalahan tersebut menurunkan posisi Spurs ke peringkat 16 klasemen Premier League. Selain itu, jarak mereka dengan zona degradasi kini hanya lima poin. Situasi itu meningkatkan tekanan terhadap tim dan pelatih.
Selama pertandingan, sebagian suporter mencemooh Frank. Mereka bahkan menyanyikan nama Mauricio Pochettino sebagai bentuk protes. Karena itu, manajemen memilih melakukan perubahan sebelum kondisi memburuk.
Padahal, Spurs akan menghadapi laga penting melawan Arsenal pada 22 Februari 2026. Derby London Utara itu akan menjadi ujian besar bagi tim.
“Baca Juga: Morata Klarifikasi Cerai, Tegaskan Tanpa Orang Ketiga“
Kontrak Mahal dan Beban Kompensasi
Sebelumnya, Tottenham merekrut Frank dari Brentford dengan membayar klausul 6,7 juta pounds. Klub lalu memberi kontrak hingga Juni 2028 dengan nilai 8 juta pounds per tahun.
Selama melatih Spurs, Frank menerima sekitar 6 juta pounds. Sementara itu, total nilai kontrak tiga tahun mencapai 24 juta pounds. Angka tersebut menunjukkan komitmen besar klub sejak awal.
Namun, pemutusan kerja sama lebih cepat menambah beban finansial. Jika Spurs membayar penuh sisa kontrak, klub harus mengeluarkan 18 juta pounds tambahan. Dengan demikian, total biaya terkait masa kerja Frank bisa mencapai 30,7 juta pounds.
Meski begitu, kontrak tersebut kemungkinan memuat klausul khusus. Jika klausul itu berlaku, Frank bisa menerima kompensasi setara satu tahun gaji. Artinya, klub hanya membayar sekitar 8 juta pounds sebagai penyelesaian.
Performa Tidak Konsisten di Lapangan
Frank mencatat 13 kemenangan dari 38 pertandingan di semua kompetisi. Catatan itu menunjukkan rasio kemenangan yang rendah. Selain itu, tim gagal menjaga konsistensi permainan.
Di Premier League, Spurs hanya meraih tujuh kemenangan bersama Frank. Bahkan, tim belum meraih satu pun kemenangan liga sepanjang 2026. Tren negatif itu mempercepat evaluasi manajemen.
Jika menghitung potensi total biaya 30,7 juta pounds, setiap kemenangan bernilai sekitar 2,36 juta pounds. Perhitungan itu menggambarkan mahalnya harga setiap hasil positif.
Tottenham Pecat Frank: Manajemen Ikut Jadi Sorotan
Frank bergabung ketika Daniel Levy masih menjabat chairman. Namun, sejumlah eksekutif juga berperan dalam proses perekrutan. Chief executive Vinai Venkatesham dan direktur teknik Johan Lange terlibat aktif dalam keputusan tersebut.
Kini, manajemen menghadapi tekanan untuk menentukan arah baru klub. Mereka harus segera menunjuk pelatih pengganti. Selain itu, mereka juga harus memulihkan kepercayaan suporter.
Sementara itu, posisi Tottenham di klasemen semakin mengkhawatirkan. Arsenal memimpin dengan 56 poin dari 25 laga. Di sisi lain, Spurs tertahan di papan bawah dan berjuang menjauh dari degradasi.
Karena itu, keputusan cepat menjadi kunci. Klub harus memastikan stabilitas tim sebelum menghadapi Arsenal. Jika tidak, tekanan publik bisa semakin besar dalam beberapa pekan ke depan.
“Baca Juga: Morata Klarifikasi Cerai, Tegaskan Tanpa Orang Ketiga“













