Kombo Agari – Sejak 1949, Grand Prix balap motor dunia menghadirkan kisah juara dengan jalur karier yang sangat beragam.
Sebanyak 30 pembalap pernah menjuarai kelas tertinggi GP500 dan MotoGP.
Namun, banyak juara ini tidak pernah meraih gelar dunia di kelas yang lebih ringan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa jalur menuju puncak tidak selalu berjalan linier.
Beberapa pembalap langsung bersinar di kelas utama meski gagal berjaya sebelumnya.
“Baca Juga: Cagliari vs AC Milan: Duel Kunci Penentu Laga Serie A“
Dominasi Kelas Utama Sejak Era Awal
Kejuaraan dunia balap motor mulai bergulir pada 1949.
Sejak awal, kelas GP500 langsung menjadi pusat perhatian dunia.
Banyak pembalap memfokuskan energi pada kelas ini tanpa prestasi besar di kelas lain.
Lebih dari separuh juara GP500 dan MotoGP tidak pernah mengangkat trofi di kelas ringan.
Fakta ini memperlihatkan bahwa kemampuan adaptasi sering mengalahkan riwayat prestasi awal.
Leslie Graham Membuka Sejarah Unik
Leslie Graham mencatat sejarah sebagai pelopor jalur tidak biasa.
Ia menjuarai GP500 pada 1949 tanpa gelar dunia sebelumnya.
Leslie Graham memang pernah tampil di GP125, GP250, dan GP350.
Namun, ia hanya mampu finis maksimal di posisi ketiga.
Meski begitu, ia langsung mencetak prestasi puncak di kelas utama.
Marc Marquez Menjadi Pengecualian Langka
Marc Marquez justru menempuh jalur berbeda.
Ia mengoleksi gelar dunia di GP125 dan Moto2.
Setelah itu, ia langsung menjuarai MotoGP pada 2013.
Hingga musim 2025, Marc Marquez mengoleksi tujuh gelar MotoGP.
Prestasi ini menegaskan keunggulan sejak usia muda.
Fabio Quartararo Menjadi Contoh Terbaru
Fabio Quartararo menjadi juara MotoGP 2021.
Ia meraih gelar itu tanpa prestasi juara dunia di Moto3 dan Moto2.
Sebelumnya, Fabio Quartararo kerap menunjukkan kecepatan tinggi.
Namun, konsistensi baru muncul saat ia membalap di MotoGP.
Karena itu, namanya masuk daftar eksklusif juara jalur singkat.
Daftar Lengkap Juara MotoGP Tanpa Gelar Kelas Ringan
Sebanyak 17 pembalap mencetak sejarah serupa sepanjang era GP500 dan MotoGP.
Mereka membuktikan bahwa kelas utama memiliki tantangan berbeda.
Berikut daftar lengkapnya:
- Leslie Graham – GP500 1949
- Umberto Masetti – GP500 1950, 1952
- Libero Liberati – GP500 1957
- Barry Sheene – GP500 1976, 1977
- Kenny Roberts – GP500 1978–1980
- Marco Lucchinelli – GP500 1981
- Franco Uncini – GP500 1982
- Eddie Lawson – GP500 1984, 1986, 1988, 1989
- Freddie Spencer – GP500 1985
- Wayne Gardner – GP500 1987
- Wayne Rainey – GP500 1990–1992
- Kevin Schwantz – GP500 1993
- Mick Doohan – GP500 1994–1998
- Kenny Roberts Jr – GP500 2000
- Nicky Hayden – MotoGP 2006
- Casey Stoner – MotoGP 2007, 2011
- Fabio Quartararo – MotoGP 2021
Peluang Cerita Serupa di Masa Depan
MotoGP terus berkembang dengan talenta muda yang agresif.
Banyak pembalap kini langsung fokus pada kelas utama.
Karena itu, peluang munculnya juara jalur singkat tetap terbuka.
Sejarah membuktikan bahwa prestasi besar sering lahir dari jalur tak terduga.
“Baca Juga: John Herdman Catat Win Rate Tertinggi di Timnas Indonesia“














