Kombo Agari – Duel El Clasico akan tersaji pada Senin, 12 Januari 2026.
Real Madrid akan menghadapi Barcelona di final Supercopa de Espana.
Pertandingan akan berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah.
Stadion ini menjadi venue netral yang jauh dari Spanyol.
Madrid datang ke final setelah menyingkirkan Atletico Madrid.
Los Blancos menang 2-1 pada laga semifinal.
Kemenangan di final akan memberi trofi pertama Madrid pada 2026.
Hasil positif juga bisa mengurangi tekanan pada pelatih Xabi Alonso.
“Baca Juga: Chelsea Resmi Tunjuk Liam Rosenior Sebagai Manajer“
Modal Mental dari El Clasico La Liga
Real Madrid dan Barcelona sudah bertemu di El Clasico La Liga.
Laga itu berlangsung pada 26 Oktober 2025.
Madrid menang tipis dengan skor 2-1.
Kylian Mbappe dan Jude Bellingham mencetak gol kemenangan.
Barcelona membalas lewat gol Fermin Lopez.
Pertandingan berjalan panas dan ketat.
Wasit mengeluarkan kartu merah untuk Andriy Lunin dan Pedri.
Madrid kalah penguasaan bola pada laga tersebut.
Namun Madrid tampil lebih agresif dalam menyerang.
Jumlah peluang Madrid juga lebih banyak dari Barcelona.
Kembalinya Mbappe Jadi Ancaman Serius
Kylian Mbappe sebelumnya absen karena masalah lutut.
Ia tidak bermain saat Madrid menghadapi Atletico Madrid.
Xabi Alonso memberi kabar positif jelang final.
Mbappe sudah kembali berlatih dan merasa nyaman.
Mbappe juga sudah bergabung dengan skuad Madrid di Jeddah.
Ia ikut sesi latihan terakhir sebelum laga final.
Musim ini Mbappe mencetak 29 gol dan lima assist.
Catatan itu datang dari 24 pertandingan di semua kompetisi.
Mbappe juga memiliki rekor bagus di El Clasico.
Ia mencetak enam gol dalam lima pertemuan terakhir.
Salah satu gol hadir di final Supercopa musim lalu.
Pertahanan Barcelona Masih Punya Celah
Barcelona tampil solid dalam beberapa laga terakhir.
Mereka mencatat lima clean sheet secara beruntun.
Barcelona juga menang besar 5-0 atas Athletic Bilbao.
Namun lini belakang Barcelona belum sepenuhnya aman.
Barcelona masih memberi ruang bagi lawan untuk menyerang.
Penampilan gemilang kiper Joan Garcia sering menyelamatkan tim.
Saat melawan Espanyol, Garcia menggagalkan peluang emas Pere Milla.
Catatan menunjukkan Barcelona kebobolan 1,6 xG pada laga tersebut.
Villarreal juga menciptakan angka xG serupa sebelumnya.
Data ini menunjukkan pertahanan Barcelona masih bisa ditembus.
Gonzalo Garcia Siap Jadi Pembeda
Real Madrid tidak hanya mengandalkan Mbappe dan Vinicius Jr.
Madrid juga memiliki Gonzalo Garcia sebagai opsi kejutan.
Garcia mencetak hattrick saat Madrid mengalahkan Real Betis 5-1.
Performa itu meningkatkan kepercayaan diri sang pemain muda.
Dalam tiga laga terakhir sebagai starter, Garcia tampil konsisten.
Ia juga bekerja keras saat semifinal melawan Atletico Madrid.
Meski tidak mencetak gol, kontribusinya sangat terasa.
Garcia aktif membantu serangan dan pertahanan.
Alasan Real Madrid Juara: Peluang Comeback Dean Huijsen
Lini belakang Madrid sempat tampil darurat di semifinal.
Xabi Alonso memainkan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni sebagai bek.
Antonio Rudiger dan Raul Asencio tidak menyelesaikan laga.
Eder Militao juga masih menjalani pemulihan cedera.
Namun Madrid mendapat kabar baik dari ruang medis.
Dean Huijsen berpeluang tampil di final.
Jika Huijsen bermain, pertahanan Madrid akan lebih solid.
Kehadirannya bisa menjadi faktor penting menghadapi Barcelona.
“Baca Juga: Fabrizio Romano Tegaskan Vinicius Junior Tak ke Chelsea“














